Kanker merupakan penyakit yang disebabkan oleh tumbuhnya sel yang tak terkendali atau abnormal. Jenis kanker ada banyak, dan penamaannya biasanya disesuaikan dengan tempat kanker tersebut muncul atau berkembang.

Salah satu kanker yang berbahaya dan menyerang banyak wanita adalah kanker serviks. Sesuai namanya, kanker ini tumbuh dan berkembang pada bagian leher rahim atau serviks wanita. Oleh karena itu, kanker ini disebut pula kanker leher rahim. Bagian leher rahim adalah salah satu bagian dari saluran reproduksi wanita yang menjadi penghubung antara rahim atau uterus dengan vagina.

Dengan persentase angka kematian yang cukup tinggi, kanker ini cukup ditakuti oleh banyak wanita. Di Indonesia sendiri, paling tidak setiap harinya muncul 40-45 kasus baru dan separuhnya meninggal setiap hari. Salah satu sebab dari tingginya angka kematian adalah karena gejala kanker serviks awal yang susah dikenali sehingga menyebabkan penanganan yang terlambat.

Ada beberapa hal yang disinyalir meningkatkan resiko mengidap kanker serviks bagi perempuan. Hal-hal tersebut di antaranya adalah sebagai berikut.

  1. Bergonta-ganti pasangan
    Memiliki pasangan seksual lebih dari satu bisa meningkatkan resiko terkena kanker serviks. Virus HPV yang menjadi penyebab leher rahim terkena infeksi salah satunya ditularkan lewat hubungan badan atau hubungan seksual.
  1. Inveksi HPV (Human Pappiloma Virus)
    HPV merupakan virus yang terdiri atas banyak kumpulan virus, ada lebih dai 10 jenis virus. Virus ini ditularkan lewat hubungan seksual, baik melalui oral ataupun vagina. Setelah beberapa minggu, virus akan berkembang biak dan menyebabkan meluasnya infeksi pada leher rahim.

    Inveksi ini bisa meyebabkan gangguan yang serius pada mulut maupun genital. Akan tetapi, virus ini tidak bisa menyerang anggota tubuh bagian dalam seperti paru-paru atau jantung. HPV ini adalah biang kerok utama pada penyakit organ reproduksi wanita seperti vagina, serviks, endometrium, atau ovari.

  1. Merokok
    Dalam rokok terkandung zat kimia yang bisa merusak DNA pada jaringan serviks. Zat kimia ini bisa melemahkan imun tubuh dalam menangkal infeksi HPV.  Oleh karena itu, merokok dapat meningkatkan resiko terkena penyakit kanker serviks. Baik menjadi perokok aktif ataupun pasif sama-sama memiliki  resiko mengidap kanker serviks.
  1. Kelebihan berat badan (obesitas)
    Wanita yang mengalami obesitas atau kelebihan berat badan mempunyai resiko lebih banyak untuk mengidap kanker ini.
  1. Kurangnya konsumsi sayur dan buah
    Dalam buah dan sayur terdapat kandungan antioksidan yang menjadi penangkal infeksi serta radikal bebas. Sayur dan buah juga memiliki fungsi menguatkan sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, memperbanyak konsumsi sayur dan buah bisa meningkatkan resiko kanker serviks.
  1. Riwayat keluarga
    Seperti kanker payudara, kanker ini juga bisa diturunkan lewat genetis. Apabila ada anggota keluarga dekat yang mengidap kanker ini, maka perempuan itu akan 2-3 kali memiliki resiko kanker serviks yang lebih besar. Hal ini karena tubuh tidak mampu dalam menangkal serangan HPV yang bisa diwariskan pada keturunan selanjutnya.
  1. Kehamilan
    Faktor lain yang berpengaruh terhadap resiko kanker serviks adalah kehamilan. Wanita yang hamil di bawah umur 17 tahun, resiko untuk terkena kanker serviks dua kali lebih besar dibandingkan mereka yang mengandung di usia yang lebih matang atau di atas 25 tahun.
  1. Pemakaian pil kb (oral)
    Wanita yang biasa mengonsumsi pil kb oral dalam waktu yang panjang atau lebih dari lima tahun, mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk mengidap kanker serviks.