Sejauh ini, obat yang membuat orang kecanduan yang paling populer (dan paling berbahaya) adalah kafein. Kafein adalah stimulan pada kopi, teh, coklat, dan soft drink. Kafein juga ditambahkan ke beberapa obat penghilang rasa sakit, obat flu, suplemen penurunan berat badan, dan obat-obatan yang digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan mental.

Beberapa menit setelah kafein tertelan, kafein akan diserap oleh usus kecil ke dalam aliran darah dan dibawa ke seluruh organ tubuh. Proses tsb membuat detak jantung semakin cepat, merangsang sistem saraf pusat, meningkatkan aliran urin & produksi asam pencernaan, dan melemaskan otot-otot halus.

Kafein Bisa Merugikan

Bisa menyebabkan insomnia. Minum minuman berkafein di siang hari dapat mengakibatkan susah tidur di malam harinya, dan terlalu banyak mengonsumsi kafein dapat menyebabkan kaffeinisme, yaitu sindrom yang salah beberapa gejalanya adalah insomnia, perasaan cemas dan mudah tersinggung, detak jantung yang cepat, gemetar, dan buang air kecil yang berlebihan. Gejala ini akan mereda seiring berkurangnya asupan kafein secara bertahap.

Iritasi pada perut. Kafein, terutama kopi, meningkatkan produksi asam lambung; Pasien maag atau penderita GERD perlu membatasi konsumsi kafein.

Mengurangi penyerapan kalsium. Kafein mengurangi penyerapan kalsium, yang dapat meningkatkan risiko osteoporosis, terutama pada wanita yang sudah berumur

Bisa menyebabkan gejala putus obat/withdrawal symptoms. Berhenti tiba-tiba sering dapat menyebabkan sakit kepala, mudah tersinggung, dan gejala lainnya yang bervariasi dalam tingkat keparahan dari satu orang ke orang lainnya.

Memperburuk kondisi jantung. Orang yang mengalami penyakit katup jantung sering disarankan untuk tidak mengonsumsi kafein sama sekali karena dapat memicu jantung berdebar atau aritmia jantung lainnya. Kafein juga bisa memicu naiknya tekanan darah sementara dan mempercepat denyut jantung.

Kafein Bisa Menguntungkan

Menghasilkan dorongan energi. Bagi banyak orang, secangkir kopi membantu mereka lebih bersemangat di pagi hari, dan konsumsi kopi atau teh di siang hari memberi energi tambahan saat energi dalam tubuh mereka berkurang.

Dapat mengurangi risiko kanker. Minum tiga cangkir kopi sehari dapat menurunkan risiko kanker kulit yang paling umum pada perempuan sebesar 20%. Kafein juga mengurangi risiko kematian akibat kanker prostat.

Mengurangi depresi. Mengonsumsi setidaknya dua cangkir setiap hari mengurangi kemungkinan wanita mengalami depresi hingga 20%.

Meningkatkan kinerja atletik. Stimulan dalam kafein meningkatkan kinerja mental dengan meningkatkan kewaspadaan dan kemampuan untuk berkonsentrasi. Studi mengkonfirmasi bahwa 250 mg kafein (sekitar dua cangkir kopi kental) dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mungkin karena kafein meningkatkan kemampuan membakar lemak untuk bahan bakar pada tubuh Anda.

Dapat membantu mengendalikan diabetes. Sebuah penelitian terhadap 14.000 orang di Finlandia menemukan bahwa wanita yang minum tiga sampai empat cangkir kopi sehari mengurangi risiko terkena diabetes sebesar 29%. Bagi pria, 27%. Periset belum bisa memastikannya, namun mereka menduga bahwa antioksidan dalam kopi membantu menghasilkan insulin dalam tubuh.

Siapa Yang Perlu Membatasi Konsumsi Kopi?

Orang-orang dengan kondisi berikut harus membatasi konsumsi kopi menjadi satu atau dua cangkir per hari. Tapi, teh dan minuman yang mengandung kafein lainnya masih diperbolehkan.

  • Orang yang sedang mengalami bisul
  • Orang yang mempunyai sakit jantung
  • Lansia yang menderita hipertensi
  • Wanita, terutama yang sedang hamil, menyusui, atau yang menderita osteoporosis
  • Penderita migrain